Obat nyeri sendi atau obat penyakit nyeri sendi

Informasi seputar penyakit nyeri sendi dan cara pengobatannya atau obatnya

Pengobatan penyakit nyeri sendi (rheumatik)
Penyakit-penyakit dengan gangguan persendian di masyarakat lebih sering diidentikkan dengan rheumatik. Meskipun sesungguhnya penyakit pada persendian banyak macamnya, seperti osteoartritis, rhematoid artritis, pirai, poliarteritis, dan lain-lain. Dengan semakin majunya iptek seiring dengan perbaikan tingkat ekonomi, maka penyakit-penyakit degeneratif makin meningkat. Ini disebabkan karena kecenderungan penyakit tersebut banyak ditemukan pada mereka yang berusia setengah baya, meskipun dapat jugs didapati pada anak muda.

Penyakit dengan gangguan persendian merupakan gangguan yang cukup berarti, dimana dapat menimbulkan gangguan fungsi pada sebagian penderita. Seperti yang dilaporkan di Amerika Serikat bahwa paling sedikit 26% orang dengan penyakit rheumatik mengalami kecacatan, dan diperkirakan hampir 10% nya menderita kecacatan yang berat. Dengan akibat yang demikian ini maka gangguan vokasional Bering didapati, dan paling sedikit menimbulkan kehilangan 27 juta hari kerja per tahun.

Penyakit sendi Lebih Seratus Macamnya
Rheumatik adalah semua keadaan yang disertai dengan adanya nyeri dan kaku pada sistem muskuloskeletal, dan ini termasuk juga gangguan atau penyakit-penyakit yang berhubungan dengan jaringan ikat (connective tissue). Tetapi jika gangguan utamanya terdapat pada sendi maka secara umum dikenal sebagai artritis.

Penyakit-penyakit yang berhubungan dengan rheumatik sekarang telah dikenal lebih dari 100 jenis. Penyebabnya sangat bermacam-macam, mulai dari infeksi yang spesifik, trauma, usia lanjut, gangguan metabolisme, kelainan imunologik serta sebab-sebab lain yang sampai sekarang belum diketahui.

Artritis merupakan penyakit pada gangguan persendian yang sangat mengganggu. Penyakit ini banyak menimbulkan penderitaan karena dapat mengakibatkan kecacatan yang menetap, meskipun tidak menyebabkan kematian seperti pada penyakit-penyakit kanker atau gangguan jantung. Tidak ada kelompok penyakit lain yang dapat menimbulkan gangguan dan penderitaan yang cukup lama dan begitu berat seperti penyakit rheumatik. Karena adanya kecenderungan penyakit rheumatik untuk menimbulkan kecacatan dengan gangguan fungsi, tanpa menyebabkan kematian maka penyakit sendi ini tergolong dalam satu kelompok penyakit kronik terberat, dipandang dari kepentingan sosial dan ekonomi.

Kombinasi Istirahat dan Latihan
Sendi yang meradang biasanya akan bertambah buruk dengan adanya pembebanan/penggunaan sendi tersebut. Semakin memberatnya peradangan tidak hanya akan menyebabkan nyeri dan gangguan fungsi raja tetapi juga kerusakan progresif pada sendinya. Mengistirahatkan dengan imobilisasi akan mengurangi peradangan lanjut, tetapi tidak boleh lebih dari 3 – 4 minggu untuk menghindari terganggunya fungsi karena kehilangan/kekurangan gerak.

Nyeri yang muncul sehingga mengakibatkan tidak dipakainya anggota gerak dan akan menimbulkan penyusutan otot (atropi) dan hilangnya mobilitas sendi. Sedangkan nutrisi tulang rawan sendi dan mineralisasi tulang sangat dipengaruhi pergerakan sendi dan kegiatan otot. Sehingga fungsi yang menurun malah potensial untuk memperburuk keadaan sendi. Latihan peregangan dan meningkatkan mobilitas sendi akan dapat me-ngurangi rasa nyeri. Tetapi tetap harus hati-hati dan bertahap.

Kombinasi Terapi
Penggunaan obat-obatan anti inflamasi non steroid seperti obat Rheumakur dan terapi fisik terutama ditujukan pada sendi-sendi penahan beban berat cukup efektif dalam menanggulangi gejala akin yang ada. Tetapi jika usaha dengan can ini gagal dan didapatkan adanya kerusakan struktural pada pemeriksaan fisik atau radiologis (rontgen) maka tindakaw pembedahan secara artrodesis atau afro plasti dapat dipertimbangkan.

Tindakan-tindakan rehabilitasi pada penderita rheumatik merupaka gabungan pengobatan secara medis dan fisioterapi. Dan bila perlu pembedaan merupakan alternatif pilihan yang perlu dipertimbangkan serta beberapa pelayanan penunjang lainnya. Kombinasi to rapi di atas dimaksudkan untuk mengembalikan pasien kepada fungsinya semula secara optimal. Meskipun derni kian, pertimbangan ekonomis dan ke praktisan tetap perlu menjadi dasar pertimbangan. Sehingga efektivitas, biaya dan risiko yang timbul tetap harus dibandingkan dengan hasil yang didapat.

Istirahat yang cukup
Dengan rehabilitasi yang baik serta tindakan konservatif diharapkan dapat meringankan penderitaan akibat nyeri. Dan mempertahankan fungsi persendian serta membantu pemulihan sesudah menjalani terapi pembedahan. Istirahat yang cukup akan meningkatkan perbaikan pada gangguan fungsi persendiannya. Baik pada peradangan sendi yang aktif maupun kelainan sendi degeneratif yang disertai dengan nyeri yang hebat, maka istirahat akan memberikan terapi yang cukup berarti. istirahat tidak harus selalu diartikan de-ngan bed rest, tetapi memberikan kesempatan dengan waktu yang cukup untuk beristirahat duduk atau rebahan. Atau dengan cara memperpanjang interval antara kerja, serta perlunya perubahan kegiatan lain untuk mencegah kelelahan dan mengurangi tekanan berlebih pada persendiannya.

Penderita dengan gangguan kaku sendi pada pagi hari sebaiknya melakukan latihan pada siang hari, disertai dengan penggunaan obat analgetika yang cukup sebelum timbul kekakuan/ kelemahan pada sore harinya. Umumnya kelemahan otot disebabkan karena kurangnya penggunaan karena hambatan nyeri sendi atau sebab lainnya. Sehingga sasaran latihan adalah untuk memperkuat dan menambah daya tahan otot. Untuk memperkuat otot memerlukan latihan, sedangkan untuk menggerakkan sendi yang biasanya nyeri maka perlu cara-cara tersendiri. Jika peradangan sudah mereda, kekuatan clan koordinasi telah dicapai maka pasien harus tetap berhati-hati. Pilih gerakan-gerakan yang tepat, hindari kedinginan serta keletihan yang berlebihan.

Penderita dengan gangguan persendian harus selalu dimotivasi agar dapat berpartisipasi dalam menjalani masamasa pemulihan clan pengobatannya. Dengan penanganan yang baik dan terprogram secara rapi biasanya akan didapatkan suatu hasil yang maksimal.

Pengobatan dengan anti inflamasi seperti Rheumakur yang berhasil akan me-ngembalikan penderita ke dalam tingkat status sosial dan pekerjaan sebaik mungkin. Usaha rehabilitasi yang baik sering menghasilkan pemulihan yang seutuhnya. Dan meningkatkan kemampuannya berpartisipasi dalam kehidupan sosial atau kemampuannya mengurus diri sendiri. Tetapi semuanya membutuhkan kesabaran tersendiri. Suatu hasil yang sangat diharapkan dan ditunggu para penderita.

Di kutip dari:
Majalah Panasea (Dr. Wiwied S)

Read more: http://www.heqris.com/2009/08/pengobatan-penyakit-nyeri-sendi.html#ixzz1FPF8KHqn

Atasi Kristal Pemicu Nyeri Sendi- Sumber majalah trubus online Jumat, Oktober 10, 2008 07:14:12

nyeri_sendi
Lucia Maria Idayanti Pusparini terbangun begitu mendengar bunyi teklik… teklik…. Sumber bunyi itu adalah ibu jari tangannya yang tiba-tiba bengkok, sulit digerakkan. Rasa nyeri merambat di sekujur jempol tangan kanannya hingga ia memekik sakit.

Semula Lucia Maria Idayanti Pusparini menduga ia terkilir. Oleh karena itu keesokan paginya ia memanggil tukang pijat untuk mengurut ibu jarinya. Namun, kejadian seperti malam itu kembali terulang. Malahan nyeri sendi tak hanya di tangan, tetapi juga jari kaki. Persendian kakinya memerah. Ia menitikkan air mata menahan nyeri. Kondisi itu yang mendorong Lucia memeriksakan diri ke klinik.

Dokter mendiagnosis hiperurisemia alias kelebihan asam urat. Itu merujuk pada hasil laboratorium yang menunjukkan kadar asam uratnya 8,9 mg/dl. Kadar normal untuk perempuan berkisar 2,6-6 mg/dl. Setelah mengetahui biang keladi rasa nyeri, pada pertengahan Agustus 2007 ia mengkonsumsi pereda asam urat dan analgesik yang beredar di pasaran.
Kebutuhan kecil

Gangguan kesehatan itu menghambat aktivitas Lucia sebagai perawat. Kegiatan mengisi waktu luang dengan membuat manik-manik dan beragam kue juga sulit dilakukan. Asam urat alias gout sejatinya adalah penyakit lama. Bapak kedokteran, Hippocrates, mengenal asam urat pada 2.000 tahun lampau. Karena saat itu kerap menyerang keluarga menengah atas, asam urat disebut penyakit raja.

Menurut dr Tomi Hardjatno MS, staf pengajar Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, asam urat hasil akhir metabolisme purin. Fungsi asam urat membentuk inti-inti sel. Namun, jumlah yang diperlukan tubuh sangat kecil. ‘Secara normal tubuh mengeluarkan sisanya melalui usus atau pun feses sebanyak 20% dan 80% sisanya dikeluarkan dalam bentuk urine dengan perantaraan ginjal,’ tutur Tomi.

Dokter Suryo Wibowo mengatakan asam urat merupakan asam berbentuk kristal, hasil akhir metabolisme purin. Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh. Tubuh menyediakan 85% senyawa purin untuk kebutuhan setiap hari. Artinya kebutuhan purin dari makanan hanya 15%. Konsumsi alkohol, telur, ikan sarden, dan jeroan-hati, jantung, babat, limpa- meningkatkan kadar asam urat. Itu akibat kerja enzim hipoksantin untuk mengolah purin kian berat. Akibatnya banyak sisa asam urat di dalam darah, berbentuk butiran, dan mengumpul di sekitar sendi sehingga menimbulkan nyeri. Asam urat berlebih berpadu dengan natrium dan membentuk kristal natrium urat.
Lipoksigenase

Ketika obat-obatan antiasam urat yang ia konsumsi tak kunjung menyembuhkan, Lucia menerima saran tetangganya, Siska. Siska menyarankan agar Lucia mengkonsumsi ekstrak teripang. Pada Oktober 2007, mulailah Lucia mengkonsumsi 2 sendok makan ekstrak teripang. Frekuensinya 2 kali sehari. Baru beberapa hari menyantap ekstrak satwa laut itu, ia merasakan badannya serasa dipukuli. Lucia sempat ragu.

Siska kembali menyarankan agar konsumsi terus dilanjutkan. Tubuh yang sakit itu pertanda ekstrak teripang sedang bekerja. Sepekan kemudian perempuan kelahiran 12 September 1959 itu memekik kegirangan. Ibu jari tangan kanannya yang selama 2 bulan kaku mulai leluasa digerakkan. Lucia senang bukan kepalang sehingga ia melanjutkan konsumsi teripang.

Tiga bulan setelah rutin mengkonsumsi ekstrak teripang, ia memeriksakan diri ke klinik. Hasilnya, kadar asam uratnya 5,9 mg/dl. Meski demikian ia tetap mengkonsumsi ekstrak beche de mer- sebutan teripang di Perancis-untuk menjaga kesehatan. Di Pulau Langkawi, Malaysia, teripang sohor sebagai obat nyeri sendi akibat asam urat. Kepada Trubus, ahli nutrisi Walter Kee Mun Yee alumnus Wisconsin University mengatakan teripang mengandung kondroitin sulfat dan glukosamin.

Kondritin sulfat berperan memulihkan penyakit sendi. Sedangkan glukosaminoglikan merupakan zat antithrombogenik pelancar peredaran darah yang menggumpal. Pada penderita asam urat, jumlah glukosamin dan kondritin sedikit.

Riset Dr Mittchell Kurk dari Pusat Revitalisasi Biomedis, New York, Amerika Serikat, menunjukkan teripang berkhasiat meningkatkan kesehatan fi sik bagi 70% penderita radang sendi akibat asam urat. Ini akibat glukosamin merangsang tubuh mensekresikan cairan sinovial untuk lubrikasi persendian. Menurut dr Zen Djaja MD, dokter di Malang, Jawa Timur, satwa anggota famili Holothuriidae itu mengandung asam lemak 12-MTA alias metthyltetradecanoic acid.

Asam itu ampuh menghadang enzim 5-Lox atau populer sebagai lipoksigenase, enzim yang mengoksidasi lemak tak jenuh menjadi peroksida. Menurut dokter alumnus Universitas Katolik Atmajaya itu kolagen dalam teripang mengaktifk an enzim urikase sehingga lebih aktif memecah asam urat menjadi allantoin. Dengan demikian asam urat tidak menumpuk dan menimbulkan radang sendi. (Faiz Yajri)